Sabtu, 28 April 2012

Kisah Misteri

Oke. jadi semalem gw gak berani pipis karena abis cerita - cerita hantu sama temen temen.
Ngomongin cerita serem, gw pernah mengalami suatu kejadian mistis dikamar gw.
Kejadian itu adalah kali pertama nya gw benar - benar melihat hantu secara langsung dengan mata kepala gw sendiri.

Jadi gini ceritanya..
Gw punya temen, tetangga samping rumah, cewek dan seumuran. Dia sering banget kalo malem maen kerumah. Dia kalo mau ketemu gw pasti ngetok ngetok jendela kamar gw, dan gw pasti langsung ngebuka gorden dan memberi dia isyarat untuk masuk lewat pintu depan.

Pada suatu malam, gw tertidur nyenyak. Lalu tiba - tiba gw terbangun karena ada yang ngetok - ngetok jendela kamar. Reflek, gw pun membuka gorden dan mendapati teman gw itu melambaikan tangan sambil senyum ala monalisa. misterius. Beberapa detik kemudian gw tetiba tersadar kalo itu jam 3 pagi. JLEGARRRRR!!! Spontan gw tutup gorden dengan secepat kilat. Jantung serasa copot. Gw meringkuk dibawah selimut. Gw keabisan nafas. ITU APAAAA????? ITU APAAN BARUSAAAN?
Selama beberapa menit gw masih nyumput dan berusaha sekeras mungkin untuk tidur lagi. Tapi gak bisa.
Gimana kalo jendelanya diketok lagi?
gimana kalo si itu udah tidur disamping gw?
gimana kalo pas gw buka selimut dia berdiri di depan pintu?
Gw kalut.
Gw gak tau harus gimana.
 Hingga akhirnya gw beranikan diri untuk lari. Kekamar nyokap.

Gw yakin banget itu bukan dia. ngapain dia jam 3 pagi kerumah gw?
dan beneran. Besok paginya gw tanya: dia semalem tidur dirumah.
Untungnya, si itu gak menampakkan diri dalam bentuk yang serem. Wajahnya mirip banget sama temen gw itu, cuma rambutnya lebih pendek. Tapi yang keinget banget ya Lambaian tangan dan senyuman misteriusnya sih.

Begitulah. Satu - satunya cerita hantu yang gw punya sampe detik ini.





Kamis, 19 April 2012

NGE-JENG-KANG

Apa itu ngejengkang?

. ter·jeng·kang v 1 jatuh terlentang; 2 kas mati; mampus;
men·jeng·kang v terjengkang; menyebabkan terjengkang


Ada apa dengan si ngejengkang?

I'll tell you a tale..

Semalem akhirnya gw kembali ke studio untuk latihan bersama Afternoon Talk. Di studio tersebut saya bertemu banyak teman lama dalam kehidupan per-musik-indie-khilaf-an saya.
Awalnya cuma ngobrol - ngobrol ringan sampe akhirnya:

"Ya ampun, gw inget banget lo dulu ngejengkang di panggung Fakultas Hukum, padahal baru naek kan ya.."
"iya, baru intro perasaan deh.."
"Dia itu baru ngambil mic, terus mau mundur eh keserimpet kabel.."
"untung waktu itu pake celana ya.."
"iya. begitu turun dari panggung langsung nangis nangis di pojokan.."

Lalu disambung beribu tawa yang terdengar terlalu seru. Gw cuma diem aja.

Sebelumnya, sekitar dua minggu yang lalu. Saya bertemu dengan seseorang yang sekarang akhirnya jadi teman baik saya. Hari itu saya mengobrol panjang lebar tentang berbagai hal yang akhirnya pun terselip pertanyaan:

"Eh lo dulu kok bisa jatoh sih di panggung hukum itu?"
"haha. kok lo inget sih?"
"iya, gw inge banget lah. Itu kan lo baru naek kan kalo gak salah? belum nyanyi malah.."

Dulu banget, setahun yang lalu temen gw ngenalin gw ama temennya:

"kenalin temen gw, namanya sofia.."
"Oh, sofia yang jatoh di panggung itu ya?"


Iya pemirsa.
Sekitar dua tahun yang lalu gw pernah ngejengkang di panggung padahal baru intro lagu pertama. Begini kronologisnya:

Hari itu gw memang bersemangat banget karena udah lama gak manggung di kampus. Selain itu temen - temen se-jurusan juga banyak yang nonton. Rencananya mau show off gitu ama mereka.
Hari itu gw coverin lagu Smoke On The Water. begitu musik dimulai gw pun naik kepanggung, ngambil mic yang ada di depan dan jalan mundur kebelakang (gw juga gak tau kenapa gw jalan mundur hari itu). Waktu mundur kebelakang eh ternyata ada karpet yang ngelipet, jadilah gw keserimpet karpet itu. Gk bisa jaga keseimbangan. Gw pun ambruk. Terjengkang. Dengan backsound intro Smoke On The Water. Gahar!

Gw langsung berdiri, kejadian itu cepet banget, tau tau udah giliran vokal gw yang masuk. Bernyanyilah gw, dengan begitu percaya dirinya.
Pada saat itu yang gw pikirin adalah: "gimana caranya pokoknya ini cepetan selesai dan gw mau pulaaaaaaang!"
Ngebut. Tanpa basa basi gw me-ngebut-kan pertunjukan sore itu.

Setelah selesai.
Gw turun dengan perlahan.
Kepojokan.
dan nangis.
Perasaan campur aduk.
Rasanya kayak ketangkep basah lagi ciuman sama pacar diruang tamu.
Terus dimarah - marahin bokap.
Malu.
Hina.

Saat itu ada beberapa sahabat yang nenangin gw, tapi sambil ngeledek. Ada yang mensupport juga, tapi sambil ngetawain.

Gw hancur banget hari itu..
2 tahun yang lalu.


Tapi sekarang, gw bangga. HAHAHA
Iyalah. Gak semua orang tau gimana rasanya. Gak semua orang pernah ngejengkang dipanggung.


Dan gw udah. Lo?

Senin, 26 Maret 2012

Attracted / Distracted

I sometimes randomly fall in love with random guy.

It's not like i 'literally fall in love', but i fall in love with the unknown-things about him that i really desired to discover. Day by day i will start to break the mystery pieces to pieces and fulfill my curiousity. And then i will just randomly stop in no time with no reason.

I will be like a mad-stalker when i attracted to a guy. Stalking his tweets every-single-minutes? what's crazier than that?
but again, in no time, i will just randomly stop.

I'm not a handsome-cute-guy-admirer. I am a random guy admirer.
I have no specific type about the guys i would like. I am so random, unbelieveably random.
Because i can fall in love with a guy i just met in my gigs, then think about him all night, go to the internet, search for clues, found, stalk. And again, i'll stop even before my curiousity fulfilled.

i did that, hundred times.

Now i start to wonder why does it happen to me?
I have been in a relationship with my boyfriend for three years, yes, a big number. For those three years i mostly spend my time with him. In the beginning we always caught in some-kind-of-fights, but in the past two years we're totally stable. lovely. flat. and boring.

Maybe i just need some distraction. A little holiday between monday and tuesday.

Kamis, 15 Maret 2012

Hey, you! Happy Birthday!

i just realized that i have never did something that purposely dedicated to my boyfriend, Osa.

So i guess in his birthday (today) i'm just gonna thank him for everything. For the patience, kindness, supports and for the love through the past three years.
Thank you & I love you..


FYI: gw daritadi nyari nyari fogw dan osa yang romatisan berdua eh gak nemu nemu

Minggu, 11 Maret 2012

About Being Independent

Mungkin kalian sering melihat saya jalan - jalan di mall sendirian, belanja bulanan sendirian, milih - milih baju sendirian, makan siang di resto fast food sendirian atau melihat - lihat buku di Gramedia sendirian.

Saya sangat benci hal - hal ribet seperti: janjian sama temen buat beli baju baru di hari munggu, kemudian dihari sabtu saya harus memastikan bahwa dia tidak berniat membatalkan janji tersebut dan di hari minggu nya pun saya harus ribet - ribet ketemuan dimana atau berangkat jam berapa, berangkat sendiri atau barengan.

Pergi sendirian membuat saya melewatkan fase-fase-janjian yang memusingkan itu. Saya tidak harus menyesuaikan diri dengan siapa - siapa, tidak harus merasa-gak-enak kalo milih bajunya kelamaan dan gak harus mempercepat/memperlambat tempo berjalan biar tetep bisa beriringan. Dan yang terpenting, gak harus berdebat tentang "enaknya makan dimana ya abis ini?"

Saya merasa sangat bebas dalam menentukan pilihan saat jalan - jalan sendirian. Tidak harus mendengarkan pendapat orang lain, tidak harus menyesuaikan diri dengan kemauan orang lain, dan tidak harus mengikuti apa yang saya tidak mau. It's all about myself at the end. Gw bisa menentukan sendiri kemana langkah gw selanjutnya (mulai lebay).


Selain itu saya juga hobi menyelesaikan pekerjaan (yang harusnya bisa dikerjakan oleh banyak orang) sendiri. Misalnya: Buku murid di sekolah.
Setiap hari Saya dan guru kelas B3 yang lain harus mempersiapkan bahan belajar untuk keesokan harinya. Menulis, berhitung, pekerjaan rumah, melipat, menempel dan sebagainya.
Tapi, saya memilih melakukan semuanya sendiri. Kenapa? biar cepet selesai.
Karena itu dia, saya paling males ribet. Ribet nungguin guru-yang-satunya-lagi selesai ngegosip sama wali murid atau nungguin dia mood. I'm too bad to be in a teamwork.

Gw dipaksa oleh hidup untuk dapat meng-handle segala sesuatu dalam kehidupan gw. Hal itu berawal dari quote bokap:

"Nanti, kamu jangan pernah bergantung sama orang lain"

Semenjak itu gw selalu-harus-dapat melakukan segala sesuatu dalam segala hal sendiri. Gw harus-dapat menyelesaikan persoalan - persoalan hidup gw sendiri. Gw harus-dapat menyesuaikan diri dalam segala situasi. Dan gw terbiasa. Gw bisa. Gw nyaman.

Gw merasa sangat independen.

ATAU..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bisa saja gw memang gak punya temen, kesepian.

Gw kadang bingung mendefinisikan apakah gw independen atau kesepian.
Entah kenapa gw mulai meng-klasifikasi-kan teman akhir - akhir ini.
Teman dekat, teman di kerja, teman kampus, teman se-band, teman kerjasama, teman karaoke, teman lama, teman SMA, teman-yang-sebatas-didunia-maya, teman-dulu-pernah-featuringan, teman-kakak-tingkat, teman-karena-tetangga, teman-yang-lupa-namanya, dsb, dsb. Walaupun intinya semuanya teman.

Gak seperti kebanyakan perempuan, gw gak punya grup-temen-cewek. Malah gw sengaja menghindari bentuk pertemanan itu karena males terlibat konflik-konflik khas grup-temen-cewek.
Temen cewek terdekat gw adalah Annisa dan Laras, Annisa sibuk kerja, Laras udah di Jogja. Tersisa beberapa temen-deket-cowok yang gw gak sudi nyebut namanya disini :b
And in the end i spend my time with all these douchebags, but mostly, with my boyfriend.

However, life will (and have to) go on and on and on. I have to be tough. I must.